Kalender pendidikan
Kontak Kami

SMA Negeri 112 Jakarta

Jl. Pesanggrahan No.2, RT.10/RW.5
Meruya Utara, Kembangan
Jakarta Barat
DKI Jakarta 11620
Email: humassman112@gmail.com

Phone : (021) 585 0695
Fax: (021) 589 02573
BERITA
UPACARA BENDERA TGL 29 APRIL 2019
- ADMIN

Upacara Hari Senin Tanggal 29 April 2019 di SMAN 112 agak sedikit istimewa karena mendapat kunjungan dari ibu-ibu Polwan Cantik baik dari Polres Jakarta Barat maupun Polda Metrojaya. Berkaitan dengan kemitraan antara Kepolisian dengan Dunia Pendidikan, kehadiran ibu Polwan juga dalam rangka peringatan hari Ibu Kartini.



Saat menjadi Inspektur upacara ibu Kompol Jani Olga Runtukahu berkenan membacakan surat dari Kapolri. 



 Kepolisian sebagai pengayom masyarakat  dan benteng utama penjaga NKRI termasuk TNI berharap agar semua komponen bangsa dan negara termasuk para pelajar berkewajiban ikut berperan serta dalam menjaga persatuan dan kesatuan. 



Polri merasa berkepentingan untuk mengedukasi akan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk menghindari perpecahan bangsa. Di era pesatnya perkembangan Teknologi dan Informasi, terutama berlangsungnya "Revolusi Industri 4.0",  Polri berharap semua lapisan masyarakat termasuk pelajar untuk menggunakan sarana dan prasarana Teknologi informasi dan komunikasi dengan arif dan bijaksana. Menggunakan fasilitas Sosial Media secara sehat dan menyehatkan, artinya jangan sampai kita mudah terpengaruh dan mengikuti berita-berita yang tidak benar, berita-berita yang memprovokasi masyarakat.



Saat ini sedang heboh dengan berita-berita HOAX, Pelajar sebagai masyarakat yang berintelektual harus mampu menghindari dan mampu menangkal HOAX, Ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghindari dan menangkal berita HOAX :

 




1. Hati-hati dengan judul yang provokatif



Berita hoax seringkali memakai judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menunjuk ke pihak tertentu. Isinya pun dapat diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah supaya menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita hoax. Oleh karena itu, apabila anda menjumpai berita dengan judul yang provokatif, sebaiknya Anda terlebih dahulu untuk mencari referensi berita serupa dari situs online resmi, kemudian anda bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan begitu, setidaknya Anda sebagai pembaca dapat memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.



2. Cermati Alamat Situs



Untuk informasi yang diperoleh dari situs atau mencantumkan link, cermatilah dengan teliti alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs online yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya yang menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dipastikan meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia telah terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang telah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300 situs. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs tidak resmi yang berpotensi menyebarkan berita hoax di internet yang mesti kita waspadai.



3. Periksa Fakta atau Kebenarannya



Perhatikan dari mana asal berita dan siapa sumbernya? Apakah berasal dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi tersebut berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita tersebut. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran informasi yang utuh.



Hal lain yang perlu untuk diamati adalah perbedaan antara berita yang telah dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti nyata, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari pembuat berita sehingga memiliki kecenderungan yang bersifat subyektif.



4. Cek Keaslian Foto dan Video



Di era teknologi digital yang berkembang saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang dapat dimanipulasi, melainkan juga konten lain yang berupa foto dan video. Ada kalanya pembuat berita hoax juga mengedit foto dan video untuk memprovokasi pembaca.



Cara untuk mengecek keaslian foto bisa anda lakukan dengan cara memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag and drop pada kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di hasil pencarian google images sehingga bisa dibandingkan kebenarannya.



5. Ikut Serta Grup Diskusi Anti Hoax



Di Facebook ada beberapa fanpage dan grup diskusi anti hoax, seperti Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Grup Sekoci, dan Fanpage Indonesian Hoaxes.



Di grup-grup diskusi diatas, netizen bisa bergabung dan ikut bertanya apakah suatu informasi yang anda dapatkan merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat jawaban klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi memberikan klarifikasi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan banyak orang.



6. Jangan Terburu – Buru untuk Membagikan Berita



Di era teknologi terkhusus media sosial sekarang, banyak orang cenderung ingin berlomba-lomba menjadi sumber pertama yang menyebarkan informasi atau berita. Kebiasaan ini membuat kita tidak teliti dan berpikir panjang dalam membagikan berita, padahal belum tentu informasi atau berita itu benar. Sebelum memutuskan untuk membagikan informasi atau berita terheboh, pastikan dulu kebenarannya.



 



7. Kritis dan Cuek



Bersikap kritis ketika mendapatkan sebuah berita itu bagus dan akan menjadi perlindungan yang efektif supaya terhindar dari berita Hoax. Cerdas dan telitilah dalam menyaring informasi mana yang bermanfaat dan mana informasi yang tidak membawa manfaat untuk anda. Terkadang dengan bersikap sedikit cuek dalam menyikapi sebuah informasi terbaru yang kita terima, bisa membuat kita belajar berfikir lebih rasional. Kenapa? karena terkadang kita tidak bisa untuk bersikap objektif terhadap sesuatu yang kita suka. Misalnya, kita mendapatkan berita A yang isinya sesuai dengan apa yang kita suka jadi kita mudah percaya, padahal belum tentu kan berita tersebut benar ? Begitu juga sebaliknya.



Untuk Video Sambutan ibu Kompol Jani Olga R. dapat dilihat di : https://youtu.be/3KcF55pdNGM